
Al-quran, apa sih itu … ?
Akhir-akhir ini banyak orang yang
melakukan sesuatu kegiatan yang berhubungan dengan al quran baik secara
personal maupun secara kelompok, diantaranya adalah tafakkur, diskusi, debat
umum, kajian umum, dan seminar seminar baik tingkat regional, nasional, dan
internasional. Bahkan beberapa tahun lalu terdapat sebuah aksi masa dengan
jumlah yang sangat besar dan peserta aksi tersebut berasal dari semua elemen
masyarakat baik laki-laki, perempuan, besar maupun kecil, dari golongan bawah,
menengah hingga golongan atas yang mana pada aksi tersebut bertujuan untuk
pembelaan al-quran terhadap suatu oknum yang menghina ayat di dalamnya. Dari
pernyataan dia atas dapat kita Tarik sebuah
pertanyaan mengenai hal tersebut, pertanyaan tersebut adalah; apa sih
al-quran itu … ? apa sih yang di maksud dngan al-quran … ?
Yang di maksud dengan al-quran dalam
Bahasa atau secara emitologi adalah bacaan atau yang di baca, sedangkan dalam
istilah atau secara terminologi, al-quran adalah nama bagi kalamullah yang
di turunkan kepada nabi Muhamad SAW yang di tulis dalam mushhaf atau
lembaran-lembaran yang mana dalam membacanya merupakan suatu ibadah. Dalam
pengertian ini yang di maksud ” kalamullah atau kalam Allah “ bukan
seperti kalam yang di ucapkan ummat manusia, para jin dan para malaikat.
Sedangkan yang di maksud “ di turunkan “ bukan berarti Allah memberikan ilmuNya
kepada para malaikat agar mereka bisa mengamalkan ilmu yang bersangkutan dan
tidak di turunkan kepada salah satu ummat manusia. Akan tetapi yang di maksud
dengan “ kalam Allah “ adalah firman-Nya yang diturunkan kepada manusia agar
manusia bisa mengamalkannya dan kalam Allah itu tidak terbatas luas
jangkauannya, sebagaimana yang termaktup dalam al-quran;
قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي
لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا
بِمِثْلِهِ مَدَدًا
Terjemah
Arti: Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis)
kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis)
kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu
(pula)".
Pengertian “ kepada nabi Muhammad “ adalah bukan di berikan keada nabi-nabi yang
lain, sebagaimana taurat untuk nabi musa, injil untuk nabi isa, zabur untuk
nabi dawud, dan suhuf untuk nabi ibrahin.
Tentang kalimat “ membacanya dalah
suatu ibadah “ adalah membaca al quran mempunyai nilai ibadah sedangkan firman Allah
yang termuat dalam hadis qudsi tidak termasuk punya nilai ibadah. Dalam membaca
ayat-ayat al quran yang mempunyai ibadah ada 2 kategori;
1. Harus di
baca dalam sholat
2. Pahala membaca
al quran tidak sama dengan pahala membaca yang bukan al quran. Dan hal
keutamaan membaca al quran nabi kita telah bersabda;
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ
اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ
الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari
Kitabullah, maka dia akan mendapatkan satu kebaikan sedangkan satu kebaikan itu
(bernilai) sepuluh kali lipatnya, aku tidak mengatakan ‘Alif Laam Miim ‘
sebagai satu huruf, akan tetapi ‘Alif sebagai satu huruf, ‘Laam ‘ sebagai satu
huruf dan ‘miim ‘ sebagai satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi 2910 dan
dishahihkan al-Albani).
Telah di jelaskan sebelumnya bahwasanya
membaca al quran adalah bernilai ibadah, sedangkan tidak dengan hadis qudsi,
dan untuk menghidari kesalahpahaman kaum muslimin dalam membedakan antara al
quran dan hadis qudsi, berikut adalah beberapa perbedaan diantara keduanya;
1.
Allah SWT menantang umat manusia
untuk membuat tandingan al quran secara utuh, sepuluh surat atau satu surat
saja atau satu redaksi saja, namun manusia me yadari dirinya lemah dan tidak bisa
menjawab tantangan tesebut,
2.
Seluruh isi al quran di
tranformasikan secara mutawatir dan qath’I (absolut), sedangan hadis qudsi
tidak mutawatir dan zhanni (relatif)
3.
Al quran berasal dari Allah baik
lafadz atau maknanya, sedangkan hadis qudsi berasalah dari Allah maknanya
sedanglan lafadznya masih tejadi perbedaan aoakah dari Allahatau redaksinya
dari nabi Muhammad SAW
4.
Al quran hanya di hubu gkan dengan
Allah, sedangkan hadi nqudsi di hubungan
dengan Allah dari segi sisinya saja dan penyampaiannya di sandarkan kepada nabi
Muhammad SAW
5.
Al quran tadak boleh disentuh
keuali oleh orang suci, sedangkan hadis qudsi boleh di sentuh siapa saja baik
orang suci ataupun tidak
6.
Al quran adalah wahyu besar,
terbukti dengan turunnya malaikat Jibril kepada nabi Muhammad SAW dalam keadaan
sadar. Sedangkan hadis qudsi biasanya lewat ilham atau mimpi, yang kadar
turunnya kadang merupakan wahyu yang besar dan ringan
7.
Al quran di sebut kumpulan ayat dan
surat, sedangkan hadis qudsi tidak di sepakati adanya ayat dan surat
8.
Al quran mengkafirkan orang yang
membantah apa yang ada padanya, sedamgkam hadis qudsi tidak mmembuat kafir
orang yang membantahnya, kecuali hadis yang mutawatir
Dengan
ini para mutakallimin menetapkan, bahwa hakikat la quran adalah; “ maknayang
berdiri pada dzat Allah “. Sedanglan kata Al Ghazaly dalam Al Mustashfa; “
halkikat al quran adalah; kalam yang berdiri pada dzat Allah, yaitu; suatu
sifat yang qadim dari antara sifat-sifatNya. Dam kalam itu lafad musytarak, di
pergunakan untuk lafad yang menunjuk kepada makna, sebagaimana dipergunakan
untuk makna yang di tunjuk oleh lafad “.
# Referensi
·
Al quran al karim
·
Abdurrahman ar-rumi, fahd bin.
1996. Ulumul quran studi kompleksitas al-quran. Yogyakarta; aswaja pressindo
·
Hasbi ash shiddieqy, teungku
Muhammad. 1997. Sejarah dan pengantar ilmu al quran dan tafsir. Semarang: pt.
pustaka rizki putra
#penulis artikel
Muhammad
handri aris saputro
Fak.
Ushuluddin / prodi. Ilmu quran dan tafsir / sem. 1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar