Minggu, 29 September 2019

pengertian al quran dan perbedaannya dengan hadis qudsi





Al-quran, apa sih itu … ?

            Akhir-akhir ini banyak orang yang melakukan sesuatu kegiatan yang berhubungan dengan al quran baik secara personal maupun secara kelompok, diantaranya adalah tafakkur, diskusi, debat umum, kajian umum, dan seminar seminar baik tingkat regional, nasional, dan internasional. Bahkan beberapa tahun lalu terdapat sebuah aksi masa dengan jumlah yang sangat besar dan peserta aksi tersebut berasal dari semua elemen masyarakat baik laki-laki, perempuan, besar maupun kecil, dari golongan bawah, menengah hingga golongan atas yang mana pada aksi tersebut bertujuan untuk pembelaan al-quran terhadap suatu oknum yang menghina ayat di dalamnya. Dari pernyataan dia atas dapat kita Tarik sebuah  pertanyaan mengenai hal tersebut, pertanyaan tersebut adalah; apa sih al-quran itu … ? apa sih yang di maksud dngan al-quran … ?

            Yang di maksud dengan al-quran dalam Bahasa atau secara emitologi adalah bacaan atau yang di baca, sedangkan dalam istilah atau secara terminologi, al-quran adalah nama bagi kalamullah yang di turunkan kepada nabi Muhamad SAW yang di tulis dalam mushhaf atau lembaran-lembaran yang mana dalam membacanya merupakan suatu ibadah. Dalam pengertian ini yang di maksud ” kalamullah atau kalam Allah “ bukan seperti kalam yang di ucapkan ummat manusia, para jin dan para malaikat. Sedangkan yang di maksud “ di turunkan “ bukan berarti Allah memberikan ilmuNya kepada para malaikat agar mereka bisa mengamalkan ilmu yang bersangkutan dan tidak di turunkan kepada salah satu ummat manusia. Akan tetapi yang di maksud dengan “ kalam Allah “ adalah firman-Nya yang diturunkan kepada manusia agar manusia bisa mengamalkannya dan kalam Allah itu tidak terbatas luas jangkauannya, sebagaimana yang termaktup dalam al-quran;

قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا

Terjemah Arti: Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)".



            Pengertian “ kepada nabi Muhammad “  adalah bukan di berikan keada nabi-nabi yang lain, sebagaimana taurat untuk nabi musa, injil untuk nabi isa, zabur untuk nabi dawud, dan suhuf untuk nabi ibrahin.
            Tentang kalimat “ membacanya dalah suatu ibadah “ adalah membaca al quran mempunyai nilai ibadah sedangkan firman Allah yang termuat dalam hadis qudsi tidak termasuk punya nilai ibadah. Dalam membaca ayat-ayat al quran yang mempunyai ibadah ada 2 kategori;
1.      Harus di baca dalam sholat
2.      Pahala membaca al quran tidak sama dengan pahala membaca yang bukan al quran. Dan hal keutamaan membaca al quran nabi kita telah bersabda;
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka dia akan mendapatkan satu kebaikan sedangkan satu kebaikan itu (bernilai) sepuluh kali lipatnya, aku tidak mengatakan ‘Alif Laam Miim ‘ sebagai satu huruf, akan tetapi ‘Alif sebagai satu huruf, ‘Laam ‘ sebagai satu huruf dan ‘miim ‘ sebagai satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi 2910 dan dishahihkan al-Albani).
        Telah di jelaskan sebelumnya bahwasanya membaca al quran adalah bernilai ibadah, sedangkan tidak dengan hadis qudsi, dan untuk menghidari kesalahpahaman kaum muslimin dalam membedakan antara al quran dan hadis qudsi, berikut adalah beberapa perbedaan diantara keduanya;
1.      Allah SWT menantang umat manusia untuk membuat tandingan al quran secara utuh, sepuluh surat atau satu surat saja atau satu redaksi saja, namun manusia me yadari dirinya lemah dan tidak bisa menjawab tantangan tesebut,
2.      Seluruh isi al quran di tranformasikan secara mutawatir dan qath’I (absolut), sedangan hadis qudsi tidak mutawatir dan zhanni (relatif)
3.      Al quran berasal dari Allah baik lafadz atau maknanya, sedangkan hadis qudsi berasalah dari Allah maknanya sedanglan lafadznya masih tejadi perbedaan aoakah dari Allahatau redaksinya dari nabi Muhammad SAW
4.      Al quran hanya di hubu gkan dengan Allah, sedangkan hadi nqudsi  di hubungan dengan Allah dari segi sisinya saja dan penyampaiannya di sandarkan kepada nabi Muhammad SAW
5.      Al quran tadak boleh disentuh keuali oleh orang suci, sedangkan hadis qudsi boleh di sentuh siapa saja baik orang suci ataupun tidak
6.      Al quran adalah wahyu besar, terbukti dengan turunnya malaikat Jibril kepada nabi Muhammad SAW dalam keadaan sadar. Sedangkan hadis qudsi biasanya lewat ilham atau mimpi, yang kadar turunnya kadang merupakan wahyu yang besar dan ringan
7.      Al quran di sebut kumpulan ayat dan surat, sedangkan hadis qudsi tidak di sepakati adanya ayat dan surat
8.      Al quran mengkafirkan orang yang membantah apa yang ada padanya, sedamgkam hadis qudsi tidak mmembuat kafir orang yang membantahnya, kecuali hadis yang mutawatir
            Dengan ini para mutakallimin menetapkan, bahwa hakikat la quran adalah; “ maknayang berdiri pada dzat Allah “. Sedanglan kata Al Ghazaly dalam Al Mustashfa; “ halkikat al quran adalah; kalam yang berdiri pada dzat Allah, yaitu; suatu sifat yang qadim dari antara sifat-sifatNya. Dam kalam itu lafad musytarak, di pergunakan untuk lafad yang menunjuk kepada makna, sebagaimana dipergunakan untuk makna yang di tunjuk oleh lafad “.

# Referensi
·         Al quran al karim
·         Abdurrahman ar-rumi, fahd bin. 1996. Ulumul quran studi kompleksitas al-quran. Yogyakarta; aswaja pressindo
·         Hasbi ash shiddieqy, teungku Muhammad. 1997. Sejarah dan pengantar ilmu al quran dan tafsir. Semarang: pt. pustaka rizki putra
           
            #penulis artikel
            Muhammad handri aris saputro
            Fak. Ushuluddin / prodi. Ilmu quran dan tafsir / sem. 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar