Minggu, 06 Oktober 2019

sifat-sifat istimewa al quran





Apa sih sifat-sifat istimewanya al quran … ?

            Jika dibandingkan dengan kitab-kitab samawi yang lainnya, kedudukan al quran terletak pada tingkatan yang paling tinggi di antara kitab-kitab tersebut bahkan isi-isi yang terkandung di dalamnya merupakan pelengkap bagi kitab-kitab lainnya. Hal tersebut telah di firmankan oleh Allah dan telah termaktub dalam al quran :

ما كانَ حَديثًا يُفتَرىٰ وَلٰكِن تَصديقَ الَّذي بَينَ يَدَيهِ وَتَفصيلَ كُلِّ شَيءٍ وَهُدًى وَرَحمَةً لِقَومٍ يُؤمِنون

‘Ini bukanlah suatu hal yang telah dibuat-buat, melainkan suatu penyempurnaan apa yang telah ada sebelumnya dan penjelasan terperinci untuk segala sesuatu, dan suatu petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman’ (QS.12 Yusuf:112)
            Dari perkataan Allah di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwasanya al quran merupakan pelengkap dari kitab-kitab pendahulunya (taurat, zabur, injil), dan mana jika ada suatau kaum atau kelompok yang meyakini atau menganggap bahwasanya kitab mereka (bukan al quran) lebih lengkap daripada al quran maka sudah dapat di pastikan bahwasanya kelompok tersebut telang menyimpang dari ajaran-ajaran Allah SWT. Nah, sekarang apa sih sifat-sifat istimewanya al quran sehingga begitu mulianya diantara kitab-kitab yang lain … ?
            Berikut adalah beberapa diantara sifat-sifat istimewa al quran yg terdapat dalam buku karangan Tengu Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy dengan judul “ sejarah dan pengantar ilmu al qur’an dan tafsir “ , yaitu ;
1.      Al quran memberi petunjuk untuk sepanjang masa
            Allah menurunkan al quran adalah untuk menjadi petunjuk kepada mereka yang suka beebakti; untuk menjadi penyuluh kepada segala hamba yang tunduk dan penurut; untuk memjadi pedoman hidup dunia dan akhirat. Sejarah telag membuktikan kesan dan berkasan al quran terhadap bangsa-bangsa Arab.
            Dalam tempo 23 tahun, bangsa Arab telah menjadi bangsa yang disegani, dihormati, dan dimuliakan. Mereka telah naik ke puncak ketinggian ketika mereka bersungguh-sunguh berpegang dan beramal sepanjang tuntunan al quran kalamullah yang kudus. Fan jelas tegas kkta sekarang merasakan bekasan karena membelakangi dan mengabaikan tuntunan suci itu dalam pergaulan hidup. Dan Allah telah mensifatkan al quran dengan  beberapa firmanNya, diantara lain adalah ;
هُدًى لِلنّاسِ وَبَيِّناتٍ مِنَ الهُدىٰ وَالفُرقانِ ۚ
(‘Al-Quran diturunkan) sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan yang nyata mengenai petunjuk dan pemisahkan yang hak dari yang batil’ (QS.2 Al-Baqarah:186)
2.      Garis-garis besar petunjuk al quran
            Garis-garis besar fdari petunjuk al quran dapat kita simpulkan dalam beberapa urusan-urusan di bawah ini ;
·         Memerbauki kepercayaan dan meluruskan I’tiqad
·         Melempangkan akhlak, mensucukan dan membersihkan  budi pekerti
·         Menetapkan segala rupa hukum yang di hajati pergaulan hidup masyarakat bani insan di dunia

3.      Mempunyai uslub dan sifat balaghoh yang mengagumkan,yang mempengaruhi jiwa pendengar yang mempunyai rasa keindahan Bahasa arab

4.      Menghadapkan khitabnya kepada jamaah ummat dalam segala  rupa hukum kemasyarakatan dan menyebabkan ummat harus bantu-membantu, tolong-menolong dalam melaksanakan tugas


5.      Selalu menutup ayat-ayatnya dengan menyebut sifat-sifat Allah, agar yang demikian itu menghujamkan kebesaran-kebesaran Allah dalam jiwa pembacanya dan menguatkan ‘alaqah (hubungan) dengan yang maha kuasa

6.      Memuliakan ‘aqal dan menjadikannya sendi (dasar), untuk memahamkan hokum dan mengendalikan urusan


7.      Melepaskan jiwa dari segala ruoa kehinaan, yaitu dengan jalan menghjamkan kedalam lubuk jiwa tauhiddan tidak menghinakan diri kepada makhluk

8.      Menyamaratakan manusia, atau meniadakan kelas yang menimbulkan setengah manusia memandang dirinya lebih tinggi dari yang lain, karena mereka berada dalam kelas yang di pandang tinggi. Al quran hanya memberikan keistimewaan kepada mereka yang paling taqwa, meskipun mereka hanyalah seorang penggembaka kambing


9.      Memutuslan rantai taklid yang membatasi kemerdekaan berfikir dan melemahkan bakat manusia dan persiapannya untuk membahas dan menghasilkannya

10.  Memberi balasan kepada usaha menurut bekasan usaha itu terhadap jiwa, bukan dengan jalan-jalan fidyah dan syafa’ah


11.  Menjelaskan undang-undang umum yang berlaku di dalam alam. Maka dengan membahas undang-undang itu dapatlah difahamkan perimbangan dan neraca masing-masingnya dan terbukalah berbagai rupa ilmu, serta iman pun bertambah pula

12.  Menguasai kitab-kitab dahulu. Yaitu dengan jalan memberikan putusan-putusan yang benar dalam soal-soal falsafah serta menempstksn pendapat-pendapat yang shohih. Selain itu menyatukan manusia dalam satu jalan yang di ridhoi


13.  Menerangkan segala sesuatu yang berfaedah dan yang menjadi ‘ibrah dari rupa-rupa kisah dan kejadian-kejadian

14.  Memberi petunjuk yang lengkap dan hukum-hukumnya sesuai dengan maslahat segala bangsa, dalam segala jaman, tempat; bukan sebagai qonun-qonun lain yang selalu di nasakhkan dan karena itu, kita dapati sesuatu pemerintah mengatur rakyatnya dengan beraneka ragam undang-undang


15.  Mengumpulkan antara kebaikan roh dan tubuh, yang menyebabk
an terjamin kebahagiaan dunia dan akhirat, dll



#Referensi
ü  Al quran al karim
ü  Hasbi ash shiddieqy, teungku Muhammad. 1997. Sejarah dan pengantar ilmu al quran dan tafsir. Semarang: pt. pustaka rizki putra
           
Muhammad handri aris saputro
Fak. Ushuluddin / prodi. IQT / sem. 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar