Apa sih sifat-sifat istimewanya al quran …
?
Jika dibandingkan dengan kitab-kitab
samawi yang lainnya, kedudukan al quran terletak pada tingkatan yang paling
tinggi di antara kitab-kitab tersebut bahkan isi-isi yang terkandung di
dalamnya merupakan pelengkap bagi kitab-kitab lainnya. Hal tersebut telah di
firmankan oleh Allah dan telah termaktub dalam al quran :
ما كانَ حَديثًا يُفتَرىٰ وَلٰكِن تَصديقَ الَّذي بَينَ يَدَيهِ
وَتَفصيلَ كُلِّ شَيءٍ وَهُدًى وَرَحمَةً لِقَومٍ يُؤمِنون
‘Ini bukanlah suatu hal yang telah dibuat-buat, melainkan suatu
penyempurnaan apa yang telah ada sebelumnya dan penjelasan terperinci untuk
segala sesuatu, dan suatu petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman’ (QS.12
Yusuf:112)
Dari perkataan Allah di atas dapat kita
ambil kesimpulan bahwasanya al quran merupakan pelengkap dari kitab-kitab
pendahulunya (taurat, zabur, injil), dan mana jika ada suatau kaum atau
kelompok yang meyakini atau menganggap bahwasanya kitab mereka (bukan al quran)
lebih lengkap daripada al quran maka sudah dapat di pastikan bahwasanya
kelompok tersebut telang menyimpang dari ajaran-ajaran Allah SWT. Nah, sekarang
apa sih sifat-sifat istimewanya al quran sehingga begitu mulianya diantara
kitab-kitab yang lain … ?
Berikut adalah beberapa diantara
sifat-sifat istimewa al quran yg terdapat dalam buku karangan Tengu Muhammad
Hasbi Ash Shiddieqy dengan judul “ sejarah dan pengantar ilmu al qur’an dan
tafsir “ , yaitu ;
1. Al quran
memberi petunjuk untuk sepanjang masa
Allah menurunkan al quran
adalah untuk menjadi petunjuk kepada mereka yang suka beebakti; untuk menjadi
penyuluh kepada segala hamba yang tunduk dan penurut; untuk memjadi pedoman
hidup dunia dan akhirat. Sejarah telag membuktikan kesan dan berkasan al quran
terhadap bangsa-bangsa Arab.
Dalam tempo 23 tahun,
bangsa Arab telah menjadi bangsa yang disegani, dihormati, dan dimuliakan.
Mereka telah naik ke puncak ketinggian ketika mereka bersungguh-sunguh
berpegang dan beramal sepanjang tuntunan al quran kalamullah yang kudus. Fan jelas
tegas kkta sekarang merasakan bekasan karena membelakangi dan mengabaikan
tuntunan suci itu dalam pergaulan hidup. Dan Allah telah mensifatkan al quran
dengan beberapa firmanNya, diantara lain
adalah ;
هُدًى لِلنّاسِ وَبَيِّناتٍ مِنَ الهُدىٰ وَالفُرقانِ
ۚ
(‘Al-Quran diturunkan) sebagai petunjuk bagi
manusia dan keterangan-keterangan yang nyata mengenai petunjuk dan pemisahkan
yang hak dari yang batil’ (QS.2 Al-Baqarah:186)
2. Garis-garis
besar petunjuk al quran
Garis-garis besar fdari
petunjuk al quran dapat kita simpulkan dalam beberapa urusan-urusan di bawah
ini ;
·
Memerbauki kepercayaan dan meluruskan
I’tiqad
·
Melempangkan akhlak, mensucukan dan
membersihkan budi pekerti
·
Menetapkan segala rupa hukum yang di hajati
pergaulan hidup masyarakat bani insan di dunia
3. Mempunyai
uslub dan sifat balaghoh yang mengagumkan,yang mempengaruhi jiwa pendengar yang
mempunyai rasa keindahan Bahasa arab
4. Menghadapkan
khitabnya kepada jamaah ummat dalam segala
rupa hukum kemasyarakatan dan menyebabkan ummat harus bantu-membantu,
tolong-menolong dalam melaksanakan tugas
5. Selalu
menutup ayat-ayatnya dengan menyebut sifat-sifat Allah, agar yang demikian itu
menghujamkan kebesaran-kebesaran Allah dalam jiwa pembacanya dan menguatkan
‘alaqah (hubungan) dengan yang maha kuasa
6. Memuliakan
‘aqal dan menjadikannya sendi (dasar), untuk memahamkan hokum dan mengendalikan
urusan
7. Melepaskan
jiwa dari segala ruoa kehinaan, yaitu dengan jalan menghjamkan kedalam lubuk
jiwa tauhiddan tidak menghinakan diri kepada makhluk
8. Menyamaratakan
manusia, atau meniadakan kelas yang menimbulkan setengah manusia memandang
dirinya lebih tinggi dari yang lain, karena mereka berada dalam kelas yang di
pandang tinggi. Al quran hanya memberikan keistimewaan kepada mereka yang
paling taqwa, meskipun mereka hanyalah seorang penggembaka kambing
9. Memutuslan
rantai taklid yang membatasi kemerdekaan berfikir dan melemahkan bakat manusia
dan persiapannya untuk membahas dan menghasilkannya
10. Memberi
balasan kepada usaha menurut bekasan usaha itu terhadap jiwa, bukan dengan
jalan-jalan fidyah dan syafa’ah
11. Menjelaskan
undang-undang umum yang berlaku di dalam alam. Maka dengan membahas
undang-undang itu dapatlah difahamkan perimbangan dan neraca masing-masingnya
dan terbukalah berbagai rupa ilmu, serta iman pun bertambah pula
12. Menguasai
kitab-kitab dahulu. Yaitu dengan jalan memberikan putusan-putusan yang benar
dalam soal-soal falsafah serta menempstksn pendapat-pendapat yang shohih.
Selain itu menyatukan manusia dalam satu jalan yang di ridhoi
13. Menerangkan
segala sesuatu yang berfaedah dan yang menjadi ‘ibrah dari rupa-rupa kisah dan
kejadian-kejadian
14. Memberi
petunjuk yang lengkap dan hukum-hukumnya sesuai dengan maslahat segala bangsa,
dalam segala jaman, tempat; bukan sebagai qonun-qonun lain yang selalu di
nasakhkan dan karena itu, kita dapati sesuatu pemerintah mengatur rakyatnya
dengan beraneka ragam undang-undang
15. Mengumpulkan
antara kebaikan roh dan tubuh, yang menyebabk
an terjamin kebahagiaan dunia dan akhirat, dll
#Referensi
ü
Al quran al karim
ü
Hasbi ash shiddieqy,
teungku Muhammad. 1997. Sejarah dan pengantar ilmu al quran dan tafsir.
Semarang: pt. pustaka rizki putra
Muhammad handri aris saputro
Fak. Ushuluddin / prodi. IQT /
sem. 1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar